Pages

Pengertian Kata Baku dan Fungsinya

Apa itu kata baku? kata yang tata cara pengucapan dan penulisan sesuai kaidah atau ketetapan standar yang sudah dibakukan. Kaidah standar yang  telah dibakukan maksudnya yaitu berupa pedoman EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam berbahasa Indonesia, tata bahasa baku, dan kamus umum.  Kamus bahasa Indonesia dalam hal ini bisa dijadikan sebagai rujukan supaya mengetahui bahasa baku. Sifat yang dimiliki ragam kata baku yaitu mempunyai ketetapan yang dinamis, maksudnya yaitu memiliki kaidah dan aturan standar bahasa. Dalam situasi yang resmi kata baku sering digunakan, misalnya dalam berpidato, seminar, karya ilmiah dan lain-lain.
Fungsi kata baku secara umum dalam bahasa yaitu seperti berikut ini:
- Sebagai kerangka acuan, maksudnya yaitu kata-kata baku dijadikan sebagai patokan atau acuan benar atau tidaknya bahasa yang digunakan oleh seseorang.
- Sebagai pembawa kewibawaan, penerapan kata bakau dalam sebuah bahasa bisa menunjukkan kewibawaan seseorang yang menggunakan kata baku tersebut.
- Sebagai pemberi kekhasan, dalam berbahasa, pembakuan kata bisa menjadikan pembeda dengan kelompok pengguna bahasa yang lain.
- Sebagai pemersatu, dalam bahasa kata baku bisa mempersatukan sekeumpulan orang menjadi satu kesatuan kelompok masyarakat bahasa.
Itulah penjelasan yang dapat kami uraikan tentang Pengertian Kata Baku dan Fungsinya, semoga apa yang kami uraikan tersebut dapat memberikan manfaat kepada anda.

Read more >>

Ciri-ciri Pantun dalam Karya Sastra

CIRI-CIRI PANTUN - Pantun mempunyai ciri-ciri tertentu, berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri inilah yang membuatnya bisa disebut pantun, dan ciri-ciri ini tidak diperbolehkan untuk diubah, apabila diubah maka pantun tersebut bisa menjadi gurindam, sloka, atau bentuk puisi lama yang lain. Berikut ini adalah Ciri-ciri pantun:
- Setiap bait terdiri dari empat  larik (baris)
Yang menjadi ciri pantun pertama yaitu terletak pada penulisan bait-baitnya.  Aturan dalam sebuah pantun itu bawa setiap bait harus di isi dengan empat larik atau barus, tidak boleh kurang atau lebih.
- Setiap baris terdiri dari  8 hingga 12 suku kata
Ciri yang dimiliki pantun yang ke dua yaitu setiap hal setiap barisnya terisi jumlah kata 8-12 suku kata. Karena pantun yang baik yaitu setiap baris terisi 8 hingga 12 suku kata. Ini tujuannya supaya irama yang dimiliki pantun tersebut tetap terjaga dan terasa indah.
- Setiap baris Rima akhirnya adalah a-b-a-b
Ketika pantun kita baca, akan terasa irama yang indah mengiringi kata-kata dalam pantun yang kita ucapkan. Hal tersebut dikarenakan rima pantun mempunyai pola yang teratur. Rima merupakan salah satu ciri khas dalam sebuah pantun, rima dalam pantun yaitu berpola a-b-a-a-b.
- Larik/Baris ke-3 dan ke-4 adalah isi
Sebuah pantun yang jumlah barisnya terdiri dari 4 baris terbagi atas: baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran dan  Baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi. Pada bagian sampiran bisa disebut juga sebuah ungkapan “basa-basi”. Bagian isi merupakan maksud yang sebenarnya dari pantun tersebut.
- Bagian  sampiran dan isi harus masuk akal
Sampiran dan isi dalam sebuah pantun merupakan sesuatu yang tidak sama, akan tetapi saling terkait membentuk arti dalam sebuah pantun. Sebuah pantun dapat dikatakan baik apabila ada keterkaitan yang masuk akal antara bagian isi dengan sampiran, yang membentuk satu kesatuan secara bersama-sama dalam menyampaikan maksud dari  pantun tersebut.
Demikian penjelasan dari kami tentang Ciri-ciri Pantun dalam Karya Sastra, semoga dapat menambah wawasan kita.
Read more >>

Pengertian Pantun dari Berbagai Daerah

Dalam pengertian sederhana pantun adalah suatu jenis puisi lama yang telah terkenal luas di semua wilayah nusantara. Setiap daerah hampir kenal dengan yang namanya “pantun” namun mempunyai istilah yang berbeda-beda sesuai daerahnya masing-masing. Istilah pantun ada di berbagai bahasa di nusantara, dalam bahasa Tagolog (tonton), dalam bahasa Jawa (tuntun), dalam bahasa Toba (pantun), mempunyai arti yang mirip, yakni sebuah ucapan yang teratur, bentuk kesatuan, arahan yang mendidik. Dari kata pantun yang menarik adalah dalam bahasa Simalangun artinya sindiran, sedangkan dalam bahasa sunda kata sisindiran mempunyai arti bentuk puisi yang dikenal dengan pantun. Istilah pantun di jawa tengah disebut dengan parikan, di daerah Toraja pantun dikenal dengan bolingoni. Pantun sering di gunakan dalam kesenian tradisional diantaranya yaitu di Makassar: kelong-kelong, di Banyuwangi: gandrung, di Banjarmasin: ahui dan tirik, di Surabaya: ludruk, di Jawa Barat: nyanyian doger.
Demikian penjelasan yang dapat kami uraikan tentang Pengertian Pantun dari Berbagai Daerah, semoga dapat menambah pengetahuan kita.

Read more >>

Pengertian Majas Ironi dan Contohnya

Kata Ironi berasal dari kata dalam bahasa Yunani "eironeia" yang artinya “berpura-pura tidak mengerti”. Majas ironi adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan makna yang berlawanan (memberikan sindiran). Majas ironi dalam menyatakan sesuatu menyatakan kebalikan dari maksud yang sebenaranya terjadi. Bisa juga dikatakan kalau majas ironi itu sifatnya menutup-nutupi dan menyembunyikan. Karena menyembunyikan makna sebenarnya maka majas ironi bisa juga disebut sebagai praktik kepura-puraan. Makna yang dimaksudkan dalam majas ironi bertentangan dengan apa yang diucapkan/ dikatakan. Ironi sifatnya halus namun bisa juga memberikan pernyataan makna yang kasar. Pengelompokan Majas ironi ini dikelompokkan dalam majas sindiran atau pertentangan.
Supaya anda lebih memahami apa itu majas ironi, di bawah ini kami berikan beberapa contoh majas ironi yang bisa menambah pembahaman anda, silahkan diperhatikan:
Contoh Majas Ironi 1
"Enak sekali masakan yang kamu buat ini, rasanya pedas dan asin sekali"
Kalimat tersebut bertentangan pada kata enak sekali dengan kata pedas dan asin sekali, sehingga disebut dengan majas ironi.
Itulah penjelasan yang dapat kami jelaskan tentang Pengertian Majas Ironi dan Contohnya, semoga bisa menambah pengetahuan anda.
Read more >>

Pengertian Majas Alegori dan Contohnya

Asal mula kata Alegori berasal dari kata allegorein (bahasa  Yunani) yang secara harfiah artinya “ungkapan yang sebalinya”. Secara umum pengertian alegori yaitu bicara mengenai sesuatu hal namun artinya adalah hal yang lainnya. Majas alegori yaitu uraian secara rinci mengenai suatu pokok, yang dituliskan sedemikian rupa seolah-olah menceritakan suatu hal yang tidak ada kaitannya/ berlainan, namun sebenarnya ada kaitannya. Alegori merupakan sebuah gaya bahasa perbandingan dalam kesatuan yang utuh, yang berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Majas alegori adalah majas perbandingan yang menunjukkan satu perbandingan yang utuh, perbandingan yang digunakan membentuk kesatuan menyeluruh. Selain itu majas alegori juga bisa diartikan sebuah majas yang menyatakan menggunakan cara lain.
Supaya lebih memahami tentang majas alegori, silahkan perhatikan beberapa contoh majas alegori berikut ini:
Contoh Majas Alegori 1
Belajar ketika masih kecil bagaikan mengukir di atas batu yang bisa jadi karya seni yang indah. Belajar ketika sudah tua bagaikan mengukir di atas air yang mustahil akan memperoleh hasil. Di waktu masih muda adalah kesempatan belajar yang baik., apabila sudah tua kemampuan untuk belajar akan semakin berkurang dikarenakan faktor usia.
Demikian apa yang dapat kami jelaskan tentang Pengertian Majas Alegori dan Contohnya, semoga apa yang kami jelaskan tersebut dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Pengertian Majas Simile dan Contohnya

Sebelumnya kami bahas dulu asal mula kata simile, dalam bahasa latin kata simile artinya seperti. Sedangkan dalam bahasa melayu simile dikenal dengan perumpamaan, yaitu dua hal yang tidak sama diperbandingkan. Karena itulah, dapat dijelaskan kalau majas simile adalah majas yang kalimatnya membandingkan antara 2 hal yang berbeda secara hakiki, namun dianggap mengandung segi yang sama/ serupa. Kesamaan atau keserupaan itu dinyatakan secara langsung/ eksplisit/ secara jelas. Untuk menyatakan keserupaan tersebut dilakaukan dengan kata “bagai”, “seperti”, “laksana”, “bak, dan sebagainya. Majas simile dikelompokkan ke dalam majas perbandingan karena sifatnya yang membandingkan sesuatu.
Supaya lebih paham tentang majas simile, berikut ini kami berikan beberapa contoh majas simile, silahkan dipahami dengan baik.
Contoh Majas Simile 1
"Rambutnya laksana mayang terurai"
Termasuk majas simile karena kata laksana mengumpamakan rambut dengan mayang yang terurai.
Semoga penjelasan yang kami berikan tentang Pengertian Majas Simile dan Contohnya di atas dapat bermanfaat dan dapat anda pahami dengan baik.
Read more >>

Pengertian Majas Metonimia dan Contohnya

Metonimia merupakan kata yang diambil dari kata dalam bahasa yunani yaitu meto dan anoma. Meto artinya “menunjukkan perubahan” sedangkan anoma artinya “nama”. Sehingga dapat disimpulkan majas metonimia adalah sebuah gaya bahasa yang memakai suatu kata untuk mengungkapkan suatu hal yang lainnya, karena memiliki hubungan yang erat. Dengan kata lain majas metonimia adalah majas yang memakai nama barang atau merek dagang untuk menggambarkan sesuatu dipakai sehingga kata tersebut berasosiasi terhadap benda secara keseluruhan. Pengertian lain tentang majas metonimia adalah majas yang menggunakan nama hal atau nama ciri yang dikaitkan dengan benda, orang, atau suatu hal, yang dipakai sebagai penggantinya. Contohnya, dalam menyebutkan sepeda motor, hanya dengan menyebutkan nama merknya saja, maka orang sudah mengerti bahwa apa yang kita maksudkan itu sepeda motor.
CONTOH MAJAS METONIMIA
Untuk lebih memahami tentang majas metonimia, berikut ini kami berikan beberapa contoh majas metonimia, silahkan dipahami.
Contoh Majas Metonimia 1
"Jama'ah haji berangkat ke tanah suci naik Garuda Indonesia"
Kata "Garuda Indonesia" dimaksudkan pesawat karena Garuda Indonesia merupakan merk maskapai penerbangan. Sehingga artinya menjadi Jama'ah haji berangkat ke tanah suci naik pesawat. Jadi contoh kalimat tersebut merupakan majas metonimia.
Semoga setelah membaca penjelasan tentang Pengertian Majas Metonimia dan Contohnya tersebut anda bisa mempunyai pemahaman yang baik tentang majas tersebut. Sekian dari kami dan semoga bermanfaat.
Read more >>